Asosiasi Filsafat dan Teologi Indonesia (AFTI) memiliki sejarah yang berakar dari kegelisahan akademis mengenai relevansi pendidikan keagamaan di tengah dinamika masyarakat publik. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah sinergi institusi perguruan tinggi teologi dan filsafat di Indonesia. [1, 2]
Berikut adalah garis besar kronologi dan perkembangan sejarah AFTI:
1. Titik Awal: Diskusi Nama “Filsafat Keilahian” (2014)
- Konteks Historis: Sejarah AFTI berkaitan erat dengan rangkaian diskusi intensif di antara para teolog dan filsuf di Indonesia pada akhir tahun 2014. [1]
- Pertemuan Sanata Dharma: Gagasan pembentukan gerakan sinergis ini pertama kali mengemuka secara terstruktur dalam pertemuan para pimpinan penyelenggara program studi teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada Desember 2014. [1]
- Reorientasi Keilmuan: Diskusi memfokuskan pada transisi nomenklatur program studi dari yang semula bernama “Teologi” menjadi “Filsafat Keilahian” (Divinity Studies). Peralihan ini dilakukan untuk menekankan metode interdisipliner dan menempatkannya dalam koridor kajian ilmiah yang diakui oleh Kementerian Pendidikan. [1, 2, 3]
2. Penguatan Organisasi dan Kolaborasi (2018–Sekarang)
- Lokakarya Kurikulum: Berbagai institusi teologi mengadakan lokakarya berkala guna merumuskan Standar Capaian Lulusan (CPL) yang membedakan Filsafat Keilahian dari program studi teologi konvensional binaan Kementerian Agama. [1]
- Lahirnya Asosiasi Pendukung: Untuk mengawal kurikulum, akreditasi mandiri, dan pengembangan keilmuan secara legal, dibentuk pula organisasi mitra seperti Asosiasi Ahli Filsafat Keilahian Indonesia (AAFKI). [1]
- Kiprah Jurnal dan Konferensi Internasional: Guna memperluas pengaruh akademisnya, AFTI aktif menggelar forum internasional. Salah satunya adalah International Conference bertajuk “Asia as a Locus of Philosophy and Theology”. Bersama AAFKI, asosiasi ini juga menerbitkan wadah publikasi ilmiah bernama International Journal of Indonesian Philosophy and Theology (IJIPTh) yang berfokus pada kontekstualisasi teologi dan filsafat di lanskap Asia. [1, 2]
Melalui rekam jejak tersebut, AFTI terus berevolusi dari sekadar forum diskusi pimpinan kampus menjadi asosiasi institusional institusi akademis keagamaan di Indonesia.
